LANDASAN FILOSOFIS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN PERSPEKTIF ISLAM DAN BARAT
Abstract
Philosophy plays a crucial role in leadership studies. It enables us to understand not only what and how leadership is exercised, but also why it is important and for whom it should be exercised. Philosophy questions the deepest substance of leadership through ontological, epistemological, and axiological approaches. This study was conducted using library research methods. The discussion in this paper includes the concepts of philosophy and epistemology of leadership, the concept of leadership in Islamic education, Islamic and Western leadership theories, and their critiques. The conclusions that have been successfully formulated are: first, philosophy plays a role in questioning and considering the foundations of values, morals, and goals of leadership practice itself. Second, the philosophical foundation of leadership is viewed from an ontological, epistemological, and axiological perspective. This is what distinguishes a true leader from a mere organizational bureaucrat. Third, Islamic educational leadership is the ability a leader must possess to mobilize all available resources within an organization toward achieving the vision and mission of the educational institution based on Islamic values. Fourth, an ideal leader in Islam is someone who is able to make decisions with wisdom and justice, based on the qualities of the Prophet Muhammad (peace be upon him): sidiq (honesty), amanah (trustworthiness), tabligh (conveying the truth), fathanah (intelligence), patience, justice, and tawadhu (humility). Fifth, criticisms of Western leadership theory include its formal and rational nature, its adoption of market and efficiency concepts, and its development based solely on the Western environment and not on other regions.
Filsafat memiliki peran penting dalam mengisi kajian dalam bidang kepemimpinan. Filsafat memungkinkan kita untuk tidak hanya memahami apa dan bagaimana kepemimpinan dijalankan, tetapi juga mengapa kepemimpinan itu penting, dan untuk siapa ia seharusnya dijalankan. Filsafat mempersoalkan substansi terdalam dari kepemimpinan melalui pendekatan ontologis, epistemologis dan aksiologis. Kajian ini dilakukan dengan metode penelitian kepustakaan. Pembahasan pada makalah ini meliputi konsep filsafat dan epistemologi kepemimpinan, konsep kepemimpinan dalam pendidikan Islam, teori-teori kepemimpinan perspektif Islam dan teori-teori kepemimpinan perspektif barat serta kritik terhadapnya. Kesimpulan yang berhasil dirumuskan adalah pertama, filsafat berperan untuk mempertanyakan dan menimbang landasan nilai, moral, dan tujuan dari praktik kepemimpinan itu sendiri. Kedua, landasan filosofis kepemimpinan dilihat secara ontologis, epistemologis dan aksiologis. Inilah yang membedakan pemimpin yang sejati dengan sekedar birokrat organisasi semata. Ketiga, kepemimpinan pendidikan Islam adalah kemampuan yang harus dimiliki seseorang pemimpin untuk menggerakkan segala sumber daya yang ada dalam organisasi menuju tercapainya visi dan misi lembaga pendidikan dengan berdasar pada nilai-nilai Islam. Keempat, seorang pemimpin yang ideal dalam Islam adalah seseorang yang mampu mengambil keputusan dengan kebijaksanaan dan keadilan dengan mendasarkan pada sifat-sifat Rasulullah Saw., yaitu sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), fathanah (cerdas), kesabaran, adil dan tawadhu (rendah hati). Kelima, kritik terhadap teori kepemimpinan Barat adalah bahwa kepemimpinan Barat hanya bersifat formal dan rasional, kepemimpinan Barat mengadopsi paham pasar dan efisiensi, dan pengembangan teori kepemimpinan Barat berpijak di lingkungan Barat semata, tidak pada kawasan-kawasan yang lain.