Interpretasi Maqāṣid Al-Usrah dalam Keluarga Tenaga Pengajar Studi Sosio-Kultural di Yayasan Al-Kamal Sarang Rembang

Authors

Abstract

Penelitian ini mengkaji interpretasi dan implementasi Maqāṣid Al-Usrah dalam kehidupan keluarga tenaga pengajar pada Yayasan Al-Kamal Sarang Rembang. Permasalahan penelitian berangkat dari kecenderungan kajian Maqāṣid Al-Usrah yang masih bersifat normatif-teoretis dan kurang menjelaskan praktik konkret dalam konteks sosial tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana Maqāṣid Al-Usrah dipahami, dioperasionalkan, serta dipengaruhi oleh kebiasaan keluarga dan relasi gender dalam kehidupan sehari-hari keluarga tenaga pengajar. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan sosio-kultural melalui penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik-interpretatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Maqāṣid Al-Usrah dipahami secara fungsional sebagai orientasi nilai praktis, bukan konsep normatif yang kaku. Kebiasaan keluarga berperan sebagai mekanisme utama internalisasi dan implementasi nilai maqāṣid, sementara relasi gender bersifat dinamis dan negosiatif, dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan keluarga. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual dalam kajian hukum keluarga Islam, khususnya dengan menempatkan kebiasaan dan relasi gender sebagai faktor strategis dalam aktualisasi Maqāṣid Al-Usrah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Maqāṣid Al-Usrah bekerja efektif sebagai kerangka etik-praksis ketika dimediasi oleh realitas sosial keluarga.

Kata kunci: Maqāṣid Al-Usrah, kebiasaan keluarga, relasi gender, pendekatan sosio-kultural.

References

Al-‘Aṭiyyah, J. (2001). Nahwa taf‘īl maqāṣid al-sharī‘ah. Damaskus: Dār al-Fikr.

Al-Qaradawi, Y. (2000). Kayfa nata‘āmal ma‘a al-sunnah al-nabawiyyah. Kairo: Dār al-Shurūq.

Anwar, S. (2019). Maqāṣid al-syarī‘ah dan pembangunan hukum keluarga Islam. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 12(2), 123–138.

Arifin, Z. (2018). Dinamika keluarga santri dalam struktur pesantren. Jurnal Sosiologi Islam, 8(1), 45–62.

Asrori, M. (2017). Hukum keluarga Islam dan perubahan sosial. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 17(1), 1–20.

Az-Zuhaili, W. (2011). Al-fiqh al-islāmī wa adillatuhu (Jilid 10). Damaskus: Dār al-Fikr.

Daradjat, Z. (2014). Ilmu jiwa agama. Jakarta: Bulan Bintang.

Hallaq, W. B. (2009). An introduction to Islamic law. Cambridge: Cambridge University Press.

Hidayat, A. (2020). Ketahanan keluarga dalam perspektif hukum Islam. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 14(2), 201–218.

Inayati, M., & Izzah, I. (2024). Hubungan antara manajemen stres dan ketahanan keluarga. Cakrawala.

Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat.

Luthfan, M. A., Fadhilah, N., Samiaji, Selvia, L., Bari, A. A., Sukino, & Zaenuddin. (2024). Penguatan ketahanan keluarga muslim melalui internalisasi nilai-nilai aqidah, ibadah dan moderasi beragama. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M).

Mahfud, M. (2016). Pesantren dan transformasi nilai keluarga. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 233–248.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

Mubarok, J. (2015). Metodologi ijtihad hukum Islam. Yogyakarta: UII Press.

Muslifah, S., & Busriyanti, B. (2024). Ketahanan keluarga melalui konseling pra nikah di Kabupaten Jember. QONUN: Jurnal Hukum Islam dan Perundang-undangan.

Nasution, K. (2018). Hukum keluarga Islam di Indonesia: Dinamika dan tantangan. Mimbar Hukum, 30 (1), 1–18.

Nurlaelawati, E. (2010). Modernization, tradition and identity: The Kompilasi Hukum Islam and legal practices in Indonesian religious courts. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Quraish Shihab, M. (2012). Membumikan Al-Qur’an (Jilid 2). Bandung: Mizan.

Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Ritzer, G. (2011). Sociological theory (8th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.

Sabiq, S. (2006). Fiqh al-sunnah (Jilid 2). Kairo: Dār al-Fath.

Supriatna, E., Nurjaman, K., Sulastri, L. L., Pikri, F., Irwandi, & Sari, A. L. (2024). Mengubah konflik menjadi harmoni: Pendekatan baru dalam penguatan ketahanan keluarga di Indonesia. Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education.

Syarifuddin, A. (2014). Hukum perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Taran, J. P., Kasih, D., Efendi, S., Herman, H., Ayuningtyas, D., Rohman, N., Hidayat, R., Hasan, K., Iqbal, M., Fisa, T., & Faisal, M. N. (2024). Sosialisasi ketahanan keluarga dalam masyarakat desa melalui program desa binaan tematik. MEUSEURAYA: Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Wahyudi, Khairul (2023). Pemahaman Kafaah Perkawinan Dalam Perspektif Hadits. IJTIHAD: Jurnal Studi Hukum Islam, 1(1), 15–30. Retrieved from https://ejournal.staika.ac.id/index.php/ijtihad/article/view/36

Khairul Wahyudi. (2023). METODE PENYELIDIKAN ILMU DAN AGAMA. Al-Kamal: Jurnal Kajian Islam, 2(2), 365–380. Retrieved from https://ejournal.staika.ac.id/index.php/alkamal/article/view/24

Walsh, F. (2016). Strengthening family resilience (3rd ed.). New York, NY: Guilford Press.

Yusuf, M. (2021). Maqāṣid Al-Usrah dan ketahanan keluarga Muslim. Ijtihad: Jurnal Studi Hukum Islam, 2(1), 55–72.

Zuhdi, M. (2019). Perempuan bekerja dan relasi suami istri dalam hukum Islam. Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam, 21(2), 189–205.

Downloads

Published

30-12-2025

How to Cite

Wahyudi, K. (2025). Interpretasi Maqāṣid Al-Usrah dalam Keluarga Tenaga Pengajar Studi Sosio-Kultural di Yayasan Al-Kamal Sarang Rembang. IJTIHAD: Jurnal Studi Hukum Islam, 3(2), 78–91. Retrieved from https://ejournal.staika.ac.id/index.php/ijtihad/article/view/115