STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GENERASI Z DI ERA DIGITAL

Authors

  • Alwi Shihab Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU) Blora
  • Achmad Abdul Azis Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU) Blora

Keywords:

Islamic Education Teacher, Generation Z, Digital Era, Islamic Education Learning

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya pada karakteristik peserta didik Generasi Z yang cenderung menyukai pembelajaran visual, interaktif, dan berbasis teknologi. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi guru, terutama guru PAI, dalam menyampaikan materi pembelajaran secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi guru PAI dalam menghadapi tantangan Generasi Z di era digital, (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala, serta (3) mengevaluasi hasil penerapan strategi tersebut. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan yang dilaksanakan di SMPN 5 Cepu. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif, meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa guru PAI menerapkan berbagai strategi, seperti pemanfaatan media digital, metode pembelajaran interaktif, literasi digital Islami, serta keteladanan guru. Faktor pendukung mencakup ketersediaan fasilitas dan antusiasme siswa, sedangkan kendala meliputi kurangnya fokus siswa serta perbedaan tingkat kemampuan. Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan dinyatakan efektif dalam menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik Gen Z di era digital.

Downloads

Published

2026-08-22

How to Cite

Alwi Shihab, & Achmad Abdul Azis. (2026). STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GENERASI Z DI ERA DIGITAL. LENTERA :JURNAL KAJIAN DAN RISET PENDIDIKAN ISLAM, 4(2), 94–102. Retrieved from https://ejournal.staika.ac.id/index.php/lentera/article/view/174