ISLAMISASI ILMU PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH PERSPEKTIF SYED NAQUIB AL-ATTAS

Authors

  • Muhammad Dawil Adkha UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ikha Durrotun Nasikha 2Universitas Negeri Yogyakarta

Keywords:

al-Attas, Distance Learning, Ta'dib

Abstract

Syed Muhammad Naquib al-Attas is a Muslim scholar, observer of literary and Islamic education from Malay lands. Seeing the impact of westernization for Muslims the most severe is in the field of education, of course this makes al-Attas concerned. al-Attas then offered a concept of ta'dib to be a concept for Muslim education. This concept does not only carry out physical and cognitive learning but also reaches religious morals. As it was at the Covid-19 pandemic, learning is carried out remotely. For this reason, this article reviews how to apply the concept of ta'dib in distance learning. Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah seorang cendikiawan Muslim, pengamat sastra dan pendidikan Islam dari tanah Melayu. Melihat dampak westernisasi bagi umat Islam yang paling parah ialah ada pada bidang pendidikan, tentu hal ini membuat al-Attas prihatin. al-Attas kemudian memberi tawaran yakni sebuah konsep ta’dib untuk dijadikan konsep bagi pendidikan umat Islam. Konsep ini tidak hanya melakukan pembelajaran secara fisik dan kognitif saja tetapi juga sampai ke moral religius. Seperti pada saat adanya pandemi Covid-19, pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh. Untuk itu, artikel ini mengulas tentang bagaimana penerapan konsep ta’dib dalam masa pembelajaran jarak jauh.

Downloads

Published

2023-07-07

How to Cite

Muhammad Dawil Adkha, & Ikha Durrotun Nasikha. (2023). ISLAMISASI ILMU PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH PERSPEKTIF SYED NAQUIB AL-ATTAS. LENTERA :JURNAL KAJIAN DAN RISET PENDIDIKAN ISLAM, 1(1), 43–58. Retrieved from https://ejournal.staika.ac.id/index.php/lentera/article/view/43