MANAJEMEN PENDIDIK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SANTRI IBTIDA’ DI MADRASAH GHOZALIYAH SYAFI’IYAH SARANG REMBANG

Authors

  • Muhammad Sekolah Tinggi Agam Islam Al Kamal (STAIKA) Sarang Rembang

Abstract

The quality of education is highly dependent on the quality of the management of its educators, because educators are leaders and those responsible for the good or bad of an education. If the management of educators is good, it will produce good quality education. On that basis, researchers are interested in conducting a study entitled management of Islamic boarding school educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary level in order to find out how important educator management is in determining the quality of education of an institution. The purpose of this study was to determine the stages of recruitment of Islamic boarding school educators, the professional competence of educators, and the role of leaders and educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary level. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data sources are obtained from primary and secondary data. The data collection technique for this study uses interviews, observations, and document studies. Data validity checking uses source triangulation. The results of this study indicate several discussions, namely the stages of recruitment of Islamic boarding school educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the ibtida' level are carried out through six stages, namely: planning by planning 2 times periodically in a year and additional planning is carried out if necessary, recruitment and selection with internal assignments to Islamic boarding schools affiliated with MGS. Appointment and placement are carried out at a complete session before the start of the new school year. Supervision and assessment are based on data and documents collected every month. Promotion in the form of giving greater responsibility, mutation in the form of transferring teaching duties, and demotion in the form of reducing bisyaroh and warnings. Dismissal is not carried out unilaterally. The professional competence of educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary school level has four competencies, namely pedagogical competence by planning learning strategies before teaching, having learning strategies when teaching, ensuring students' understanding, and evaluating learning. Personality competence by actively participating in all activities both in the madrasah and in the Islamic boarding school and actively reciting the Koran to the masyayikh. Social competence in the form of actively establishing communication with other educators and students and professional competence by preparing learning materials, having strategies in delivering materials, ensuring students can follow learning well, managing learning time, and using many references in providing learning materials. The role of leaders and educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary level can be seen through consistent efforts to foster exemplary behavior through daily behavior, a sense of responsibility and integrity. Efforts to build a teamwork culture in schools are reflected in the creation of collaborative spaces that allow educators to be mutually involved in the decision-making and problem-solving process. The conclusion of this study is that the recruitment of educators in MGS has 6 stages, namely planning, recruitment and selection, appointment and placement, supervision and assessment, promotion, transfer, and demotion, and dismissal. There are 4 competencies possessed by educators in MGS, namely pedagogical, personality, social, and professional competencies. There are 2 roles of leaders and educators in MGS, namely exemplary and moral development and collaboration between leaders and educators.

 

Mutu suatu pendidikan sangat bergantung pada kualitas manajemen pendidiknya, karena pendidik merupakan pemimpin sekaligus penanggung jawab atas baik atau buruknya sebuah pendidikan. Jika manajemen pendidiknya bagus maka akan menghasilkan mutu pendidikan yang bagus. Dengan dasar itulah peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul manajemen pendidik pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ agar dapat mengetahui seberapa pentingnya manajemen pendidik untuk menentukan mutu pendidikan sebuah lembaga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan rekrutmen pendidik pesantren, kompetensi profesional pendidik, serta peran pemimpin dan pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya beberapa pembahasan, yaitu tahapan rekrutmen pendidik pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ dilakukan melalui enam tahap yaitu: perencanaan dengan merencanakan 2 kali secara periodik dalam setahun dan dilakukan perencanaan tambahan bila diperlukan, rekrutmen dan seleksi dengan penugasan internal kepada pondok pesantren yang berafiliasi dengan MGS. Pengangkatan dan penempatan yang dilakukan pada sidang lengkap sebelum dimulai tahun ajaran baru. Pengawasan dan penilaian berbasis data serta dokumen yang dikumpulkan setiap bulan. Promosi berupa pemberian tanggung jawab yang lebih besar, mutasi berupa pemindahan tugas mengajar, dan demosi berupa pengurangan bisyaroh dan peringatan. Pemberhentian yang tidak dilakukan secara sepihak. Kompetensi profesional pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ mempunyai empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik dengan merencanakan strategi pembelajaran sebelum mengajar, mempunyai strategi pembelajaran ketika mengajar, memastikan pemahaman santri, dan mengevaluasi pembelajaran. Kompetensi kepribadian dengan aktif mengikuti seluruh kegiatan baik di madrasah maupun di pondok pesantren dan aktif mengaji kepada para masyayikh. Kompetensi sosial berupa aktif menjalin komunikasi dengan pendidik lain maupun santri dan kompetensi profesional dengan mempersiapkan materi pembelajaran, mempunyai strategi dalam menyampaikan materi, memastikan santri dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, me-manajemen waktu pembelajaran, dan menggunakan banyak referensi dalam memberikan materi pembelajaran. Peran pemimpin dan pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ dapat dilihat dengan adanya upaya konsisten untuk menumbuhkan keteladanan melalui perilaku sehari-hari, sikap rasa tanggung jawab dan integritas. Upaya membangun budaya kerja tim di sekolah tercermin dalam penciptaan ruang-ruang kolaboratif yang memungkinkan pendidik saling terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Simpulan dari penelitian ini adalah rekrutmen pendidik di MGS ada 6 tahap yaitu perencanaan, rekrutmen dan seleksi, pengangkatan dan penempatan, pengawasan dan penilaian, promosi, mutasi, dan demosi, serta pemberhentian. Ada 4 kompetensi yang dimiliki pendidik di MGS yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Ada 2 peran pemimpin dan pendidik di MGS yaitu keteladanan dan pembinaan moral serta kolaborasi antara pemimpin dan pendidik.

Author Biography

Muhammad, Sekolah Tinggi Agam Islam Al Kamal (STAIKA) Sarang Rembang

The quality of education is highly dependent on the quality of the management of its educators, because educators are leaders and those responsible for the good or bad of an education. If the management of educators is good, it will produce good quality education. On that basis, researchers are interested in conducting a study entitled management of Islamic boarding school educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary level in order to find out how important educator management is in determining the quality of education of an institution. The purpose of this study was to determine the stages of recruitment of Islamic boarding school educators, the professional competence of educators, and the role of leaders and educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary level. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data sources are obtained from primary and secondary data. The data collection technique for this study uses interviews, observations, and document studies. Data validity checking uses source triangulation. The results of this study indicate several discussions, namely the stages of recruitment of Islamic boarding school educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the ibtida' level are carried out through six stages, namely: planning by planning 2 times periodically in a year and additional planning is carried out if necessary, recruitment and selection with internal assignments to Islamic boarding schools affiliated with MGS. Appointment and placement are carried out at a complete session before the start of the new school year. Supervision and assessment are based on data and documents collected every month. Promotion in the form of giving greater responsibility, mutation in the form of transferring teaching duties, and demotion in the form of reducing bisyaroh and warnings. Dismissal is not carried out unilaterally. The professional competence of educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary school level has four competencies, namely pedagogical competence by planning learning strategies before teaching, having learning strategies when teaching, ensuring students' understanding, and evaluating learning. Personality competence by actively participating in all activities both in the madrasah and in the Islamic boarding school and actively reciting the Koran to the masyayikh. Social competence in the form of actively establishing communication with other educators and students and professional competence by preparing learning materials, having strategies in delivering materials, ensuring students can follow learning well, managing learning time, and using many references in providing learning materials. The role of leaders and educators in improving the quality of education of students at MGS Sarang Rembang at the elementary level can be seen through consistent efforts to foster exemplary behavior through daily behavior, a sense of responsibility and integrity. Efforts to build a teamwork culture in schools are reflected in the creation of collaborative spaces that allow educators to be mutually involved in the decision-making and problem-solving process. The conclusion of this study is that the recruitment of educators in MGS has 6 stages, namely planning, recruitment and selection, appointment and placement, supervision and assessment, promotion, transfer, and demotion, and dismissal. There are 4 competencies possessed by educators in MGS, namely pedagogical, personality, social, and professional competencies. There are 2 roles of leaders and educators in MGS, namely exemplary and moral development and collaboration between leaders and educators.

 

Mutu suatu pendidikan sangat bergantung pada kualitas manajemen pendidiknya, karena pendidik merupakan pemimpin sekaligus penanggung jawab atas baik atau buruknya sebuah pendidikan. Jika manajemen pendidiknya bagus maka akan menghasilkan mutu pendidikan yang bagus. Dengan dasar itulah peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul manajemen pendidik pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ agar dapat mengetahui seberapa pentingnya manajemen pendidik untuk menentukan mutu pendidikan sebuah lembaga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tahapan rekrutmen pendidik pesantren, kompetensi profesional pendidik, serta peran pemimpin dan pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data diperoleh dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya beberapa pembahasan, yaitu tahapan rekrutmen pendidik pesantren dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ dilakukan melalui enam tahap yaitu: perencanaan dengan merencanakan 2 kali secara periodik dalam setahun dan dilakukan perencanaan tambahan bila diperlukan, rekrutmen dan seleksi dengan penugasan internal kepada pondok pesantren yang berafiliasi dengan MGS. Pengangkatan dan penempatan yang dilakukan pada sidang lengkap sebelum dimulai tahun ajaran baru. Pengawasan dan penilaian berbasis data serta dokumen yang dikumpulkan setiap bulan. Promosi berupa pemberian tanggung jawab yang lebih besar, mutasi berupa pemindahan tugas mengajar, dan demosi berupa pengurangan bisyaroh dan peringatan. Pemberhentian yang tidak dilakukan secara sepihak. Kompetensi profesional pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ mempunyai empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik dengan merencanakan strategi pembelajaran sebelum mengajar, mempunyai strategi pembelajaran ketika mengajar, memastikan pemahaman santri, dan mengevaluasi pembelajaran. Kompetensi kepribadian dengan aktif mengikuti seluruh kegiatan baik di madrasah maupun di pondok pesantren dan aktif mengaji kepada para masyayikh. Kompetensi sosial berupa aktif menjalin komunikasi dengan pendidik lain maupun santri dan kompetensi profesional dengan mempersiapkan materi pembelajaran, mempunyai strategi dalam menyampaikan materi, memastikan santri dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, me-manajemen waktu pembelajaran, dan menggunakan banyak referensi dalam memberikan materi pembelajaran. Peran pemimpin dan pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan santri di MGS Sarang Rembang pada jenjang ibtida’ dapat dilihat dengan adanya upaya konsisten untuk menumbuhkan keteladanan melalui perilaku sehari-hari, sikap rasa tanggung jawab dan integritas. Upaya membangun budaya kerja tim di sekolah tercermin dalam penciptaan ruang-ruang kolaboratif yang memungkinkan pendidik saling terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Simpulan dari penelitian ini adalah rekrutmen pendidik di MGS ada 6 tahap yaitu perencanaan, rekrutmen dan seleksi, pengangkatan dan penempatan, pengawasan dan penilaian, promosi, mutasi, dan demosi, serta pemberhentian. Ada 4 kompetensi yang dimiliki pendidik di MGS yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Ada 2 peran pemimpin dan pendidik di MGS yaitu keteladanan dan pembinaan moral serta kolaborasi antara pemimpin dan pendidik.

Downloads

Published

2026-01-19

How to Cite

Muhammad. (2026). MANAJEMEN PENDIDIK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SANTRI IBTIDA’ DI MADRASAH GHOZALIYAH SYAFI’IYAH SARANG REMBANG. LENTERA :JURNAL KAJIAN DAN RISET PENDIDIKAN ISLAM, 3(1), 38–49. Retrieved from https://ejournal.staika.ac.id/index.php/lentera/article/view/136